Bang Toyib bukan Bang Toyib

Mungkin nama itu sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang Indonesia. Meskipun nama bang Toyib cuma karakter fiksi dalam sebuah lagu berjudul sama tapi dalam dunia nyata ternyata bang Toyib benar-benar ada dan jumlahnya uakeh alias buanyak. Memang sih dalam dunia nyata namanya tak harus Toyib dan entah mengapa nama Toyib yang dipilih sebab dalam bahasa arab toyib berarti baik, apakah ada unsur kesengajaan atau apa? Terserah saja lah sebab banyak orang yang namanya baik tapi perilakunya tidak baik, contoh nyatanya adalah Nurdin. Nurdin berasal dari dua kata yaitu nur dan dien yang masing-masing berarti cahaya dan pedoman / aturan hidup atau banyak diartikan sebagai agama tapi dua orang bernama Nurdin yang saya kenal sepertinya bukan orang baik. Siapa lagi Nurdin yang saya maksud jika bukan Nurdin M. Top dan Nurdin Halid.

Walagh kenapa jadi ngomongin Nurdin, pada hal masih banyak orang bernama Nurdin yang baik tapi karena dua orang itu nama Nurdin jadi tercemar seperti kata pepatah “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Nah kan jadi makin ngaco dari Nurdin jadi susu, yo weist kembali ke bang Toyib.

Toyib itu kan artinya baik tapi kenapa perilaku bang Toyib tidak baik, tega-teganya meninggalkan keluarga lebih dari tiga tahun tanpa memberi nafkah dan kabar sama sekali sungguh terlalu. Di dunia nyata ternyata orang seperti bang Toyib ini jumlahnya tidak sedikit. Macam-macam pula kelakuannya, ada yang pergi tanpa kabar sama sekali. Ada yang datang dan pergi tapi tidak memberi nafkah malah ada yang justru merepotkan, alih-alih memberi nafkah justru minta dinafkahi. Dasar gendeng, laki-laki macam apa itu bisa-bisanya bersikap seperti itu.

Seandainya saja manusia-manusia seperti itu mengerti tanggung jawab seorang lelaki apakah mereka masih bisa bersikap seperti itu atau justru mereka sudah tidak mau tahu lagi. Saya pernah mendengar hadist yang artinya “tidak beriman seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya”. Hadist ini memerintahkan kita untuk peduli terhadap keadaan sekitar kita, jangankan terhadap keluarga sendiri bahkan terhadap tetangga kita harus peduli. Nah parahnya adalah jika terhadap keluarga saja sudah tidak peduli apa lagi terhadap orang lain. Semoga saja orang-orang seperti bang Toyib ini lekas sadar, karena apa? Karena orang seperti ini meskipun ia beragama Islam, solat dan lain-lain tetap dianggap tidak beriman dan orang yang tidak beriman tempatnya adalah neraka.

Hayo mau masuk surga atau neraka? Jika tidak mau masuk neraka maka segeralah bertaubat dan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Yuk kita doakan teman-teman kita yang berperilaku seperti bang Toyib supaya sadar dan semoga kita tidak termasuk orang-orang seperti bang Toyib.

About these ads

5 responses to “Bang Toyib bukan Bang Toyib

  1. saya bukan bang toyib
    tapi koh toyib :mrgreen:

  2. bang toyib gambar Nurdin he he

  3. mungkin gambar ny bisa di ganti dngn orang berseragam seperti satpam :mrgreen:

  4. gimana kalo pake gambar koh yayank hag hag hag

  5. oOoh Tidak Bisa :cool:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s