Sukses

Sukses, apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata sukses? Boleh jadi yang terbesit adalah uang yang banyak, jabatan tinggi atau istri yang cantik atau yang secara umum disebut tiga Ta yaitu harta, tahta dan wanita. Benarkah itu sukses? Jika acuannya adalah duniawi maka tiga Ta tersebut bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan.

Sukses tidak semata-mata dilihat dari harta, tahta dan wanita. Sebab tidak sedikit orang yang memiliki harta yang banyak, jabatan tinggi dan istri yang cantik tapi hidupnya tidak bahagia. Untuk apa banyak harta tapi selalu dibayangi rasa takut, khawatir diperiksa KPK karena hartanya berasal dari sumber yang tidak jelas. Memiliki jabatan tapi tidak mampu melaksanakan dengan baik karena jabatan didapat bukan atas dasar kemampuan.

Kesuksesan seseorang tidak dapat diukur berdasarkan pencapaian materialnya. Sebab materi sifatnya relatif. Bagi seseorang yang belum memiliki kendaraan, memiliki sebuah kendaraan dianggap sebagai pencapaian atau kesuksesan. Tapi setelah memiliki kendaraan, orientasi suksesnya berubah lebih tinggi dan seterusnya.

Ada sebuah kalimat sederhana “baik menjadi orang penting tapi lebih penting menjadi orang baik”. Seseorang bisa dikatakan sukses jika hidupnya bahagia dan cukup. Cukup berbeda dengan kaya sebab tidak sedikit orang kaya yang tidak pernah merasa cukup. Orang yang hidup sederhana tapi bersyukur dan merasa cukup akan lebih baik dari pada orang kaya yang merasa kekurangan sehingga melakukan tindakan melanggar hukum untuk mengumpulkan harta.

Orang juga dapat disebut sukses jika hidupnya berguna atau bermanfaat untuk lingkungannya. Seperti Islam yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi orang tersebut atau golongannya tetapi bagi semua yang ada disekitarnya. Untuk apa disebut hebat tapi tak bisa melakukan apa-apa untuk lingkungannya?

Tidak jarang orang-orang disekitar saya menyebut saya seorang yang sukses. Entah kriteria apa yang mereka gunakan untuk menyebut saya sukses. Apakah karena saya telah bekerja sebagai PNS atau karena hal lain sebab menurut saya apa yang saya capai belum seberapa jika dibandingkan dengan orang lain. Katakanlah apa yang saya raih adalah kesuksesan, apakah benar saya sukses. Saya rasa tidak, saya rasa apa yang saya raih saat ini bukanlah kesuksesan saya tetapi kesuksesan orang-orang disekitar saya. Orang tua saya, saudara, teman-teman dan guru-guru sayalah yang sukses membentuk saya menjadi pribadi seperti sekarang ini. Lantas kapan saya sukses? Jawabannya adalah ketika saya mampu membuat orang-orang dan lingkungan disekitar saya menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat bagi kita semua terutama diri saya pribadi, semoga Allah senantiasa membimbing dan melindungi kita.

4 responses to “Sukses

  1. PErtamax
    semoga sukses selalu
    namun sukses itu bukan parameter yang statis memang. bisa berubah tergantung hal lain.
    sukses juga sesuatu yang relatif, tergantung cara pandang

  2. sip makasih mas, makin maju aja blognya

  3. sucks es, wkwkwkwkwkw
    sori bay lagi gak ada kerjaan, jadi terima saja komengnya meski tidak selucu adul🙂
    sucks es = kegiatan ngemut es hehehehe (apa cih @_@)
    keep writing bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s