am I going nuts or I’m nuts already?

Dalam hidup ini, siapapun orangnya tidak akan pernah dari luput dari masalah, ujian, kesulitan dan penderitaan. Semua itu adalah hal yang biasa namun yang membedakan adalah bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Kepala boleh sama hitam tapi pola pikir belum tentu sama, bukan suatu hal yang aneh jika ada seseorang melakukan cara yang berbeda dengan yang lain meskipun masalah yang dihadapi sama. Jika seseorang melakukan sesuatu dan benar, belum tentu hal lain yang dilakukan orang lain salah.

Akhir-akhir ini entah sejak kapan tepatnya saya sering merasa stress dangan keadaan sekitar. Keadaan apa yang membuat saya stress? Pekerjaan, uang, wanita atau hal lain. Ada banyak hal yang bisa membuat stress seperti harga sembako yang naik, ledakan LPG, dan lainnya tapi entah mengapa saya merasa kondisi lalu-lintas Jakarta yang membuat saya paling stress.

Sebenarnya lalu-lintas Jakarta bukanlah sesuatu yang baru bagi saya sebab saya lahir dan besar di Jakarta. Walaupun sempat merantau ke Sumatera sekitar lima tahun tapi Jakarta tetap kampung halaman yang ku kenal sejak kecil. Entah perasaanku saja atau memang kondisi lalu-lintas Jakarta semakin buruk setiap hari. Hampir setiap hari aku harus berhadapan dengan perilaku buruk pengguna jalan dan kondisi jalan yang juga buruk. Itu semua sangat buruk untuk kondisi psikologiku.

Beberapa tahun yang lalu ketika kampanye pilakada, orang yang saat ini menjabat sebagai gubernur dengan penuh percaya diri mengatakan “urusan Jakarta, serahkan pada ahlinya” tentu saja pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Fauzi Bowo atau yang akrab disebut Foke saat itu adalah wakil gubernur Jakarta, Foke juga bukan orang baru di lingkungan pemda DKI selain itu embel-embel putra daerah (betawi) seolah memperkuat bahwa Foke adalah orang yang tepat untuk memimpin Jakarta.

Sebagai mantan wakil gubernur tentu ia mengetahui rencana gubernur sebelumnya (bang Yos) untuk membangun Jakarta ke depannya seperti apa. Mengingat hal tersebut diharapkan pembangunan Jakarta tak memerlukan perencanaan awal yang baru sebab Foke cukup melanjutkan rencana bang Yos, seperti yang sering terdengar ketika musim kampanye pilkada DKI. Namun apa lacur, alih-alih melanjutkan justru proyek sebelumnya yang dikerjakan oleh bang Yos terlihat terbengkalai. Setiap hari pergi pulang kerja saya melewati jalur dan terminal trans Jakarta atau bus way yang kondisinya mengenaskan.

Proyek penambahan jalur bus way tersebut dikerjakan pada tahun 2008 ketika bang Yos masih menjabat tapi sekarang sudah dua tahun jalur tersebut belum digunakan sebagaimana mestinya. Saya tidak tahu pasti kenapa tapi yang saya tahu pembangunan bus way tidak berkelanjutan antara gubernur sekarang dengan gubernur sebelumnya.

Jakarta masih saja banjir dan macet bahkan semakin parah. Kondisi jalan pun tak mulus, penuh lubang dang benjolan yang tentu saja mengancam keselamatan pengguna jalan. Hal ini diperburuk dengan perilaku pengguna jalan yang gila-gilaan dan tidak tahu aturan. Entah mukjizat atau bukan tapi sampai saat ini saya masih utuh dan sehat wal afiat meskipun sudah beberapa kali mengalami kecelakaan. Sampai kapan hal ini akan berlangsung tapi jika hal ini terus berlanjut maka saya bisa gila tau memang saya sudah gila?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s