Bulan Ramadhan adalah bulan…???

Siapa yang tidak tahu Ramadhan? Bukan, bukan Ramadhan nama artis yang saya maksud tapi Ramadhan nama bulan dalam kalender Islam. Semua muslim pasti tahu bulan Ramadhan, yang non muslim saja tahu koq. Bulan Ramadhan dikenal juga sebagai bulan puasa sebab pada bulan Ramadhan umat muslim diwajibkan melaksanakan ibadah puasa sebagaimana yang tertulis di dalam Al Qur’an.

Bulan Ramadhan memiliki banyak sebutan yang anak gaul bilang nick name gitulah. Yup selain dikenal sebagai bulan puasa, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan sodakoh sebab dianjurkan banyak-banyak bersodakoh di bulan Ramadhan. Bulan Qur’an sebab dianjurkan untuk banyak membaca Qur’an dan lain sebagainya. Bahkan salah satu iklan operator seluler mengatakan “banyak-banyaklah beramal di bulan Romadon…” ya ya ya pasti sudah tahu iklan apa tanpa perlu saya sebutkan mereknya .

Dari sekian banyak nama atau sebutan untuk bulan Ramadhan sepertinya tak banyak yang menyadari bahwa Ramadhan juga bisa disebut sebagai bulan RELIGI (baca reliji). Nah lho apa pula maksudnya itu? Sabar-sabar akan saya jelaskan, berdasarkan hasil pemantauan saya apa-apa saja dibulan Ramadhan dapat diberi embel-embel religi. Koq bisa begitu, ya bisa saja kenapa tidak. Suatu ketika saya menonton tv saya melihat iklan suatu stasiun televisi yang menampilkan acara-acara unggulan selama Ramadhan. Di situ ada sinema religi, konser religi dan lain-lain yang serba religi. Seandainya mbah Maridjan disewa sebagai bintang iklan tentu ia akan berkata dengan lantang “poko’e RELIGI” jia kaka kakak😆 maaf mbah guyon.

Segala hal yang serba religi ini mengingatkan saya pada sebuah makanan yang cukup populer yaitu jengkol. Walagh apa lagi ini, sebentar akan saya jelaskan lagi sabar ya. Di tangan sang ahli (lebay on) jengkol dapat dikembangkan menjadi berbagai kreasi masakan seperti rendang jengkol, semur jengkol, gule jengkol dan lain-lain yang serba jengkol. Nah sudah tahu kan sekarang persamaan antara religi dan jengkol? Wajar dong jika saya ingat religi ingat jengkol. Entah mungkin suatu kebetulan atau memang orang yang menggagas serba religi adalah seorang penggemar masakan jengkol.

Sengaja saya tampilkan gambar jengkol mentah sebab yang sudah mateng bisa bikin ngiler wkwkwk😆

Walah puasa malah ngomongin makanan, yo weis stop ngomongin jengkol eh makanan. Baiklah kembali ke pokok bahasan, apakah sudah sesuai penempatan kata-kata religi untuk acara atau tayangan tersebut? Menurut saya sih ya tidak, sebab sinema atau sinetron yang ditayangkan ceritanya tetap sama dengan sinetron lain di luar bulan Ramadhan, bedanya sinema religi pemainnya ada yang berkerudung, dalam beberapa kesempatan menyebut nama Allah. Tapi untuk peran dan akting ya sama bahkan lebih gila. Bagaimana tidak, seorang wanita berkerudung sikapnya lebih bengis👿 (bukan BElet NGISing ya) dari pada wanita non kerudung di sinema lain.

Bagaimana halnya dengan konser religi? Wah untuk ini coba deh baca buku berjudul “musik Islami adakah?” atau yang semacam itu. Berdasarkan yang saya baca musik dalam Islam itu ada tapi tidak seperti yang sekarang ini gedumbrang-gedumbreng ngak karuan. Pelaksanaannya pun pada saat-saat tertentu seperti hari raya dan pernikahan, lain dari pada itu no way. Yah dari pada denger musik kan mending berbuat amal ibadah seperti kata iklan operator seluler tadi ya tho? Yah saya rasa demikian dulu dari saya semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s