Dan akupun tersenyum

Entah sudah berapa lama sejak peristiwa itu terjadi, tapi kenangannya masih hangat terasa seperti baru saja terjadi. Ada yang menangis, sebagian tertawa dan yang ku lakukan adalah tersenyum. Entah apa arti senyumanku itu, aku tak bisa menangis tapi juga tak bisa tertawa sementara ada orang yang menangis jadi kurasa tersenyum adalah pilihan yang paling masuk akal.

Hingga kini aku masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga ada yang menangis dan tertawa dalam waktu yang hampir bersamaan. Begitu bodohnyakah aku yang tak bisa memahami kondisi di sekitarku? Ku tatap bayangan diriku di cermin yang sedang tersenyum, apa yang membuatku tersenyum? Apakah senyumanku sebuah senyum palsu?

Waktu terus berputar dari detik menjadi menit, jam berganti hari dan semakin banyak peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang menyisakan tangis dan tawa, sementara aku masih saja bingung dengan apa yang terjadi dan sekali lagi aku tersenyum. Tanpa sadar ku melihat bayangan diriku di cermin yang nampak bingung, melihat diriku yang bingung akupun tersenyum. Masih sama seperti sebelumnya aku tak tahu alasan mengapa aku tersenyum. Semua hal ini menyadarkan ku pada satu hal yaitu aku masih bisa tersenyum dan akupun tersenyum.

One response to “Dan akupun tersenyum

  1. Ping-balik: Kurang Pemanasan = Badan Pegal dan Nyeri | Lord Ubay's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s