CINTA

Bicara cinta tidak akan ada habisnya, boleh jadi cinta ada sejak awal manusia diciptakan sampai hari akhir nanti. Berat nih bicara hari akhir, oke kalau begitu kita batasi pembicaraan cinta ini sebatas pada cinta antara pria dan wanita. Dimulai dari difinisi cinta, apa sih cinta itu? Masing-masing orang memiliki jawaban sendiri. Intinya konsep cinta itu berbeda-beda meskipun memiliki maksud yang sama.

Banyak orang mengatakan bahwa mereka menemukan cinta sejati ketika mereka sedang jatuh cinta, suatu hal yang konyol dan naïf tetapi boleh jadi saya termasuk salah satu dari orang-orang itu. Ada yang mengatakan bahwa cinta sejati itu seperti hantu, hantu? maksudnya cinta itu mengerikan atau menyeramkan ? Bukan itu maksud saya, yang saya maksud adalah banyak sekali orang yang membicarakan tentang hantu tetapi hanya ada beberapa yang benar-benar pernah bertemu dengan hantu.

Jika saya ditanya apa itu cinta mungkin saya akan sedikit berfikir untuk kemudian berkata “Cinta adalah perasaan khusus yang kita miliki untuk orang lain tanpa kita tahu kenapa”. Mungkin pernyataan saya tersebut agak aneh bagi sebagian orang, menurut mereka cinta itu ada karena sesuatu alasan. Alasan seseorang mencintai orang lain boleh jadi karena orang tersebut cantik, ganteng dan lain-lain. Jika seseorang kehilangan alasan untuk mencintai orang lain berarti cinta juga hilang? Wah bisa jadi debat kusir jika diteruskan.

Sebuah kalimat bijak yang pernah saya baca kurang lebih mengatakan “Dalam perjalanan kita menemukan cinta sejati bukan bagaimana kita menemukan seseorang yang sempurna (sebab kesempurnaan hanya milik Allah) tetapi bagaimana kita menerima kekurangan orang tersebut dan menjadikannya sebagai suatu kelebihan yang tak dimiliki orang lain”. Wow, jika semua orang memiliki konsepsi yang sama seperti itu sepertinya tidak masalah siapa pun yang menjadi pasangan kita. Tetapi ingat, cinta bukan hanya memberi tetapi juga menerima.

25 tahun lebih saya hidup di dunia dan sedikit banyak mengenal apa itu cinta. Saya mulai menyadari, ketika kita belajar mencintai kita juga belajar untuk membenci. Lantas kapan kita menemukan cinta sejati? Tidak ada yang tahu sebab cinta seperti hantu (jelangkung), datang tak dijemput pulang tak diantar.

Banyak orang menyadari arti sesuatu ketika sesuatu itu ditemukan atau hilang. Sadarilah bahwa anda mencintai seseorang ketika orang tersebut ada di dekat anda, jangan sampai anda menyadari mencintai seseorang ketika orang tersebut hilang. Semoga tulisan saya bermanfaat, amin.

Luv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s