Dunia yang Hebat

Ketika seorang yang dianggap sebagai pahlawan melakukan kekerasan, orang lain akan menilai itu demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Namun ketika seorang yang dianggap jahat melakukan kekerasan orang-orang akan langsung menilainya bersalah, kejam, sadis dan semacamnya. Hebat bukan, sama-sama melakukan kekerasan tapi…

Ketika seseorang yang dianggap pintar, dan atau dituakan berbicara, orang lain akan percaya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang benar. Namun ketika seorang anak muda berbicara orang-orang tidak ada yang menggubrisnya. Jangankan percaya, mendengarkan saja belum tentu mau. Padahal yang dikatakan bisa saja benar. Hebat bukan?

Ketika seorang tokoh melakukan perbuatan sederhana dan sepele, orang-orang membicarakannya seolah-olah yang dilakukan adalah suatu hal besar yang hebat. Namun ketika ada orang biasa yang bukan tokoh melakukan sesuatu yang hebat orang-orang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Benar-benar hebat luar biasa.

Ketika seorang yang terkenal melakukan kesalahan, orang-orang berlomba untuk memberikan dukungan dan membelanya meskipun terbukti dia bersalah. Namun ketika seorang yang tak dikenal melakukan kesalahan serta merta dihujat dan divonis bersalah meskipun belum terbukti ia bersalah. Benar-benar hebat.

Ada banyak sekali hal-hal hebat yang terjadi selain yang sudah saya sebutkan di atas yang tidak kita sadari. Manusia mempunyai norma dn nilai yang mereka ciptakan tapi mengapa norma dan nilai tersebut tidak dapat dilakukan dengan konsisten? Seolah-olah terjadi dualisme atau semacam standar ganda. Permasalahannya bukan apa yang terjadi tapi siapa yang melakukannya.

Iklan

2 responses to “Dunia yang Hebat

  1. tanya kenapa bay?
    perasaan ada iklan rokok yang pas, kalo ndak salah ceritanya pekerja konstruksi yang masih muda bicara dipandang sebelah mata

  2. kasus Aril dan tersangka teroris bisa jadi contoh nyata mba. yang satu sudah ketahuan salah tapi masih dielu-elukan semantara yang satu lagi meskipun belum terbukti salah tapi sudah di-judge sebagai teroris. Ane kasihan juga ngelihat muslim sekarang yang miara jenggot dll belum apa-apa oleh lingkungan udah dicap teroris hanya karena masalah tampilan. ironisnya lagi yang ngecap terroris adalah orang Islam juga.

    wah jadi punya inspirasi nulis tentang susahnya jadi muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s