Alay kah?

Sampai saat ini istilah alay yang kepanjangan dari anak layangan masih popular di masyarakat. Saya sendiri mulai mendengar istilah alay beberapa waktu yang lalu dari blog motor, waktu itu beberapa komentator memberi sebutan alay untuk komentator lain yang komentarnya agak gimana gitu. Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan istilah alay tapi lama-kelamaan semakin sering saya mendengar orang mengucapkan istilah alay ini. Karena tidak tahu sayapun bertanya pada beberapa orang tentang definisi alay tapi jawaban yang saya dapat sangat tidak memuaskan

Orang-orang yang saya tanya mengenai alay hanya menjawab sekedarnya seperti : alay ya alay, alay itu anak lebay, anak layangan dan seterusnya, masa lho gak tahu sih bay? Wagh piyhe ki, orang tanya balik ditanya dan keduanya ternyata sama-sama tidak terlalu paham tentang alay. Meskipun kecewa dengan jawaban yang alakadarnya saya tidak berkecil hati, sekarang zaman sudah canggih ada internet dari pada nanya orang lain malah bingung mending cari tahu sendiri. Berdasarkan pencarian lewat internet itulah berhasil saya dapatkan definisi alay sebagai berikut :

Koentjara Ningrat:
“Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar”

Selo Soemaridjan:
“Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu.”

Anda juga dapat membaca definisi alay di sini. Setelah membaca tulisan tentang alay sayapun berfikir dan bertanya “aku ini alay bukan ya?”. Mudah-mudahan bukan, lagi pula saya sudah terlalu tua untuk menjadi alay meskipun alay tidak mengenal usia sebab banyak juga orang yang usianya lebih dewasa (baca tua) dari pada saya sikapnya alay banget tapi sudahlah itu urusan mereka sebab every action has concequence.

Setelah saya bertanya pada diri sendiri apakah saya seorang alay, timbul pertanyaan lain yaitu apakah orang lain berfikiran sama? Boleh jadi para alay itu tak menyadari bahwa mereka seorang alay. Beberapa ciri seorang alay antara lain, ia sering kali mengaktualisasikan diri secara berlebihan, menggunakan bahasa lisan dan tulisan yang agak aneh, tidak mau mendengar omongan orang lain dan banyak lagi. Fenomena alay sering kali terlihat di facebook, dan akan ada artikel selanjutnya dari saya tentang hal ini.

Apakah anda seorang alay? Anda tidak bisa tahu sebab yang menilai anda seorang alay atau bukan adalah orang lain yang melihat perilaku anda. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa para alay tidak menyadari bahwa mereka seorang alay. Meskipun demikian anda tak perlu khawatir atau berkecil hati sebab ketika anda membaca artikel ini peluang anda menjadi alay telah berkurang. Bagaimana tidak, setelah membaca artikel ini anda menjadi tahu bahwa alay itu tidak baik dan anda akan berusaha untuk tidak menjadi alay. Otomatis peluang anda menjadi alay pun berkurang. Terlebih jika timbul pertanyaan dalam diri anda “apakah aku seorang alay?”, itu menunjukkan bahwa sudah ada kesadaran pada diri anda untuk tidak menjadi alay.

Menurut anda, apakah saya seorang alay? Saya tidak berani bilang bahwa saya bukan alay, sebab yang menilai diri saya adalah orang lain. Oleh karena itu biar anda yang menilai, seperti tag line blog ini. Saya rasa demikian dari saya, selebihnya akan saya coba untuk membahas alay lebih lanjut. Lebih kurangnya saya mohon maaf. Semoga berguna.

Iklan

8 responses to “Alay kah?

  1. Ping-balik: Alay di Facebook | Lord Ubay's Blog

  2. PERTAMAXXX
    yg empunya blog alay kah??

  3. seperti tag line blog ini “Anda yang menilai” :mrgreen: jia ha ha

  4. Ping-balik: Alay di Kaskus | Lord Ubay's Blog

  5. go alay go alay go…
    setidaknya lebih baik jadi alay dibanding suka sama boyband SM*SH

  6. Ping-balik: Bea Cukai dan Pajak bukan Anjing | Lord Ubay's Blog

  7. Ping-balik: Putus Cinta Tak Selalu Negatif | Lord Ubay's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s