Jakarta dan Ahli Jakarta

Senin tanggal 25 Oktober 2010 sore hari, Jakarta kembali diguyur hujan. Meskipun tidak deras tapi sudah cukup membuat jalan tergenang air, kenapa saya bilang tergenang air? Karena orang yang katanya ahli Jakarta mengatakan tidak ada banjir yang ada adalah genangan air. Bukan suatu kebetulan pada hari itu saya mendapat giliran piket 24 jam sehingga saya tetap berada di kantor dini hari ini dan menulis artikel ini.

Jika hujan beginilah kondisi sebagian besar jalan di Jakarta, Foke bilang bukan banjir tapi genangan air.

Awalnya saya merasa biasa saja ketika satu dua orang menulis kondisi Jakarta macet dan banjir di status fb-nya tapi kemudian semakin banyak rekan-rekan yang mengeluhkan kondisi ini. Meskipun tidak mengalami tapi saya bisa merasakan seperti apa rasanya terjebak macet dan banjir di Jakarta karena saya pun sering mengalaminya. Jika kilas balik beberapa tahun lalu menjelang pilkada DKI, orang yang saat ini menjabat Gubernur DKI disebut sebagai ahli Jakarta. Bahkan dalam kampanyenya menggunakan hadist Rasulullah saw. Yang berbunyi “bila suatu perkara diserahkan bukan pada ahlinya maka tunggulah kehancurannya” karena itu urusan Jakarta serahkan pada ahlinya, pilih Fauzi Bowo yang ada kumisnya.

Beberapa tahun telah berlalu tapi rasanya tidak ada perubahan yang dihasilkan si ahli Jakarta. Jakarta tetap saja banjir dan macet, jika dulu Jakarta banjir karena air kiriman dari puncak kini air hujan saja sudah cukup membanjiri Jakarta. Jakarta masih saja macet dan kondisinya semakin buruk ketika hujan. Warisan dari gubernur sebelumnya pun tak mampu ditangani, pembangunan halte dan koridor busway yang gencar dilakukan di era bang Yos terbengkalai. Bahkan halte dan jalur busway banyak yang rusak karena tidak digunakan padahal sudah disiapkan sebelumnya.

Lantas ke mana si ahli Jakarta? Benarkah ia seorang ahli ataukah hanya mengaku ahli? Mengapa pula menggunakan hadist Rasulullah saw? Apa tidak takut diminta pertanggungjawabannya oleh Rasul saw. karena menggunakan perkataan Rasul untuk mendapatkan jabatan dan ternyata gagal memenuhinya? Saya tidak membencimu Foke, saya hanya kasihan membayangkan betapa besar dan beratnya tanggung jawab yang kau emban. Semoga kau mampu mengemban amanat sebagai gubernur Jakarta dengan baik.

Iklan

8 responses to “Jakarta dan Ahli Jakarta

  1. you have been foked…!!!

  2. ga bisa komentar tentang ini,,
    nikmati saja lah…..

  3. ahlinya…. ternyata omdo…. alias…. OT… (Omong Thok)… aslinya???…. talk less do more aja lah buat next gubernur jakarte….

  4. ane sendiri sebenernya terima kalo doi ngak atau blom bisa nangani masalah banjir tapi kenapa dulu pake ngaku ahli Jakarta dan pake hadist segala, mana kantor ane pernah jadi korban waktu peristiwa makam mbah Priok kemaren 👿

  5. Ping-balik: Seandainya saya adalah Obama | Lord Ubay's Blog

  6. Ping-balik: (not) Far Away From Home | Lord Ubay's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s