My 3rd Bike : Jupiter Z Burhan

Akhir tahun 2006 kira-kira bulan September atau Oktober saya dinyatakan lulus tes pendidikan D-III khusus akuntansi yang diselenggarakan di kampus STAN Jurang manggu Jakarta / Tangerang (Jakarta atau Tangerang ya? atau Jakarta dan Tangerang). Layaknya pindah tugas karena memang cukup lama (sekitar dua tahun) sebagian besar barang-barang saya kirim ke Jakarta termasuk si BM.

Setelah di Jakarta BM lebih sering dipakai ayah saya, sebagai anak yang baik saya pun terima saja. Selama beberapa bulan saya ke kampus STAN di daerah Bintaro menggunakan kendaraan umum. Perjalanan dari rumah di daerah Kebon Baru Tebet ke kampus dengan kendaraan umum membutuhkan waktu sekitar dua jam, jadi setelah solat Subuh saya langsung mandi, sarapan dan berangkat, belum lagi perjalanan pulang dari kampus ke rumah. Apa bila pulang sore sampai rumah bisa malam, sungguh melelahkan. Belum lagi faktor biaya yang cukup besar, sehari pulang pergi bisa Rp 12.000,- (sekali naik kendaraan umum Rp 2.000,-) bila naik ojek lebih besar lagi.

Jika saya naik motor (BM) perjalanan cukup ditempuh sekitar satu jam dan setengah liter bensin, perbedaan yang cukup signifikan bukan? Kendalanya adalah jika saya naik motor ayah saya naik apa? Begitupun sebaliknya, maka untuk mengakomodasi hal tersebut adalah dengan menambah armada motor baru. Kebetulan ada saudara yang menjual motor seken (bekas), meskipun bukan baru tapi kondisinya masih cukup baik sebab kebanyakan adalah hasil tarikan dari dealer terhadap motor yang menunggak. Motor-motor tarikan tersebut oleh dealer biasanya dijual lagi, hanya saja penjualan tidak satuan tetapi borongan. Karena yang jual masih keluarga maka barang dipilihkan yang masih bagus bukan yang oplosan.

Bukan ini motor saya tapi seperti inilah penampakannya, persis.

Waktu itu ada dua motor Jupiter Z yang kondisinya paling bagus, warna hitam dan biru. Meskipun warna biru lebih bagus tapi saya diberikan yang warna hitam karena yang biru sudah dioplos (beberapa part sudah diganti bukan lagi part bawaan). Sebuah motor merek Yamaha tipe Jupiter Z Burhan (burung hantu) warna hitam oranye siap digunakan, motor ini baru dipakai tak lebih dari enam bulan jadi masih terasa baru. Awal pemakaian terasa enak, akselerasinya terasa lebih cepat jika dibandingkan BM, tampilannya pun tak kalah menarik.

Setelah pemakaian selama sebulan saya merasa lebih nyaman bersama BM ketimbang Burhan (saya tidak sempat memberikan nama untuknya). Beberapa alasannya adalah : BM lebih irit meskipun cc-nya lebih besar, suara mesin BM lebih halus, meskipun kalah akselerasi tapi tarikan BM lebih mantap dan stabil, lampu di speedometer Burhan terkesan alakadarnya seperti mainan. Belum lagi jika dipakai ngebut mesin Burhan terasa sangat panas, meskipun sudah memakai sepatu tapi panasnya masih terasa, sungguh mengganggu. Nafas Burhan untuk gigi rendah juga terasa pendek, mungkin karena settingannya demikian.

Karena hal-hal tersebutlah saya lebih memilih BM ketimbang Burhan. Ayah saya yang seorang penggemar Honda (katakanlah demikian) pun sepertinya merasakan hal yang sama, karena kami berdua lebih memilih BM maka Burhan menjadi seperti dianaktirikan. Ayah yang seorang penggemar Honda tentu saja memilih BM yang Honda sementara saya pun tak terlalu tertarik dengan Burhan karena secara umum Burhan tak lebih baik dari pada BM. Untuk apa saya berpaling kepada sesuatu yang baru jika sesuatu tersebut tak lebih baik, betul kan? Harus ada yang mengalah tapi dengan kondisi seperti ini rasanya sulit.

Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi untuk mengatasi hal ini. Kemungkina pertama adalah mengganti Burhan dengan motor lain bermerek Honda supaya ayah saya mau dan saya bisa bersama BM. Kemungkinan kedua adalah mengganti Burhan dengan motor lain yang lebih baik dari pada BM sehingga saya mau menerimanya dan ayah saya bisa bersama BM. Kemungkinan pertama ternyata tidak mudah sebab mencari motor Honda seken dengan kondisi baik dan harga yang sesuai / murah tidaklah mudah. Karena alternatif pertama tak berhasil maka dipilihlah alternatif kedua, motor yang beruntung tersebut adalah Juminten my 4th bike.

Meskipun kebersamaan kami (saya dan Burhan) tak lebih dari setahun bukan berarti tak ada kisah yang menarik. Kisah tersebut adalah ketika saya balapan dengan pengendara MX, ketika itu pulang kuliah di sekitar Senayan. Waktu itu saya menarik tuas gas Burhan hingga poll / full tak bersisa dan kecepatan maksimal yang didapat adalah 100 kpj. Jarum penunjuk kecepatan Burhan tak mampu melewati angka 100 tapi bukan itu yang mebuatku kesal, yang menyebalkan adalah pengendara MX tersebut tak mampu melampauiku. Ia hanya bisa berada sejajar denganku, entah aku yang hebat atau dia yang bodoh. Seandainya saya mengendarai BM atau MX tersebut kecepatan 100 kpj bukanlah suatu perkara yang sulit tapi ya sudahlah dari pada meladeni orang bodoh macam itu lebih baik saya mengalah dengan mengurangi kecepatan.

Memang hubungan kami tak lebih dari setahun dan tak banyak kejadian menarik yang terjadi tapi Burhan tetaplah motor yang pernah ku miliki. Kami pernah bersama meskipun kesannya biasa saja tapi boleh jadi sebenarnya Burhan itu bagus hanya saja ia tak lebih baik dari pada BM sehingga kesan yang ia berikan terkesan biasa saja. Maaf gambar hanya ilustrasi sebab saya tidak pernah memfoto Burhan sama sekali, jangankan foto bahkan nama tidak diberi. Nama Burhan adalah kepanjangan dari burung Hantu, sebab orang-orang menyebut tipe motor ini sebagai tipe burung Hantu.

3 responses to “My 3rd Bike : Jupiter Z Burhan

  1. MASIH ADA GA MAU BELI DP BISA GA

  2. kalo tau selahnya sih, ni motor gak kalah larinya
    tapi memang sih sepengalaman saya pindah dari motor honda ke yamaha pasti rasanya beda.
    pake motor honda dari pertama duduk ampe jalan langsung kenal tuh handling tu motor
    tapi kalo pake yamaha beda lagi, harus ada sedikit perkenalan dan penyesuaian baru bisa pas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s