My 4th Bike : Juminten / Jupiter MX

Sebagaimana yang saya ceritakan sebelumnya di artikel My 3rd Bike : Jupiter Z Burhan, Juminten adalah alternatif yang dipilih. Alasan memilih Jupiter MX karena tidaklah mudah mencari motor Honda seken dengan kondisi baik dan harga yang sesuai / murah. Mencari motor yang lebih baik dari pada BM juga tidak mudah karena sifatnya subyektif, ada yang bilang Jupiter Z lebih bagus dari pada HSX 125 tapi koq saya ngak sreg namanya manusia kan punya pendapat masing-masing.

Kenapa yang dipilih Jupiter MX? Untuk konsumsi BBM saya yakin tidak bisa lebih irit dari pada BM, si Burhan yang cc-nya lebih kecil saja tak lebih irit apa lagi MX yang cc-nya lebih besar. Untuk masalah bensin MX memang lebih boros tapi performa mesinnya juga lebih bagus dari pada BM sebab saya pernah ngetes adu kenceng dengan BM dan saya kesulitan untuk mengejarnya. Waktu si Burhan vs MX yang hasilnya imbang sepertinya memang faktor biker bukan motornya, jadi saya anggap sesuailah antara konsumsi BBM dengan performa MX. Dilihat dari segi tampilan fisik juga MX sudah cukup sporty apa lagi fitur yang dimilikinya sudah cukup keren.

Seperti halnya si Burhan, Jum juga saya beli dari saudara saya dengan status seken tapi baru dipakai dua bulan. Alasan pemiliknya mengembalikan Jum ke dealer karena pelayanan yang tidak memuaskan, kabarnya STNK si Jum hilang tapi ketika diurus ke pihak dealer selalu dijawab dengan tembakan tar, tar, tar (maksudnya entar / nanti). Seingatku waktu itu aku nambah Rp 3,5 juta plus Burhan yang dihargai sekitar Rp 7 juta jadi harga Jum sekitar Rp 10,5 juta termasuk ongkos BBN lumayanlah sebab yang baru harganya sekitar Rp 15 juta.

Sensasi yang saya rasakan ketika mengendarai Jum bisa dibilang perpaduan antara BM dan Burhan, akselerasi yang cepat namun mesin tak berisik meskipun tidak sehalus BM. Awal pemakaian saya masih sering ngebut dengan kecepatan rata-rata 80 kpj dan konsumsi BBM sekitar 1 : 37 dan setelah taubat karena tahu pentingnya keselamatan konsumsi BBM menjadi 1 : 43 dengan kecepatan rata-rata 60 kpj. Meskipun ada rasa dongkol ketika dilewati motor dengan cc <125 tapi saya berusaha tetap sabar, ingat SAFTY FIRST!

Hampir tiga tahun kebersamaan kami meskipun sempat mengalami pasang surut terutama karena pemberitaan tentang motor-motor baru yang akan muncul beberapa tahun silam. Seandainya kondisi sekarang yaitu munculnya NMP dan Byson, dan penurunan harga Pulsar 180 terjadi satu atau dua tahun yang lalu tentu saat ini Jum sudah menjadi kenangan. Tapi karena waktu itu kehadiran motor baru masih sebatas wacana maka ngak jadi deh si Jum diganti.

Apakah kebersamaanku bersama Jum akan terganggu saat melihat JMS nanti?

Sekarang Byson dan NMP sudah brojol, tunggu apa lagi koq ngak ganti? Yah masanya sudah lewat lagi pula motor baru bukan prioritas utama saya saat ini, masih ada hal lain yang lebih penting lagi pula Jum masih cukup seksi dan ramah jadi untuk apa saya berpaling? Biarlah waktu yang bicara tapi dalam waktu dekat sepertinya nasip Jum masih aman. Ayo Jum tunjukkan bahwa kamu bisa! Lebay kumat on:mrgreen:.

2 responses to “My 4th Bike : Juminten / Jupiter MX

  1. Ping-balik: Mirip Pedrosa (Another Part of Me) | Lord Ubay's Blog

  2. Ping-balik: Memang Jodoh Tidak Akan Ke Mana | Lord Ubay's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s