Lagi-lagi Lengkuas

Entah sejak kapan bulan Dzulhijjah (musim haji) identik dengan musim nikah, jika tidak percaya silahkan cek jumlah pernikahan di bulan Dzulhijjah dengan bulan-bulan lainnya mana yang lebih sering. Dzulhijjah tahun inipun cukup ramai dengan pernikahan, tercatat beberapa teman menyelenggarakan pernikahan di waktu yang bersamaan di bulan Dzulhijjah. Tentunya hal ini bukan suatu kebetulan sebab memang Dzulhijjah identik dengan pernikahan selain haji dan kurban tentu saja.

Musim haji adalah musim nikah😉

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat undangan pernikahan dari beberapa teman yang waktunya benar-benar berbarengan, karena keterbatasan yang saya miliki maka tidak semua undangan bisa saya penuhi. Seperti biasa ketika mendatangi acara resepsi pernikahan hal yang pertama saya lakukan adalah menyalami mempelai kemudian baru menikmati sajian yang dihidangkan. Menu makanan yang disajikan tidak terlalu mewah tapi cukup untuk menjamu tamu undangan.

Beberapa menu yang disajikan antara lain ayam dan daging, karena letaknya lebih dekat maka saya memilih daging ketimbang ayam. Mata saya tertuju pada sebuah potongan yang cukup besar dibanding yang lainnya, hm mantap nih diriku membatin. Karena merasa cukup dengan daging tadi maka saya tak mengambil lauk lain baik ikan maupun ayam hanya beberapa sayur. Usai mendapat posisi duduk sayapun mulai menyantap makanan tadi tapi entah mengapa daging yang tadi cukup sulit dipotong dengan sendok, mungkin terlalu besar jadi ya sudah langsung digigit saja.

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, potongan besar yang saya pilih tadi ternyata bukan daging melainkan lengkuas😯. Kebahagiaan yang dirasakan mempelai tak saya rasakan saat itu, hal ini tak lain karena lengkuas tadi. Mau ambil lauk lagi malu sementara lauk yang ada di piring cuma sayur, beruntung nasi yang saya ambil tidak terlalu banyak. Meskipun hanya makan dengan lauk sayur tapi lumayanlah lagi pula sayang jika dibuang namanya mubazir.

Malam hari perut terasa lapar tetapi malas untuk makan, ketika membuka lemari makan ternyata masih ada semur daging. Sekedar untuk mengganjal perut sepertinya sepotong daging sudah cukup, kali ini saya tidak terlalu memilih potongan daging seperti di acara resepsi pernikahan tadi lagi pula potongan dagingnya relatif sama jadi pilih yang mana sama saja. Entah suatu kebetulan atau bukan ternyata potongan yang ku pilih bukan daging, yup betul potong tersebut lagi-lagi lengkuas😡. Ada apa ini, lagi-lagi aku gagal menikmati daging dan yang menggagalkannya adalah lengkuas. Meskipun menyebalkan tapi hal ini cukup lucu apa lagi ternyata tidak sedikit orang yang mengalami hal serupa. Lengkuas diantara daging apakah termasuk perangkap betmen?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s