Air Terjun Pengantin

Seperti janji saya di artikel sebelumnya, kali ini saya akan memberikan sedikit resensi film kolor Indonesia yang berjudul air terjun pengantin. Tak perlu berpanjang lebar, film ini menceritakan tentang sekelompok orang yang berlibur ke sebuah pulau yang bernama pulau pengantin. Di pulau tersebut ada air terjun pengantin, kenapa diberi nama demikian alasannya karena ada kisah yang melatarbelakanginya. Apa kisahnya, silahkan nonton sendiri ya.

Lanjut ke film, setibanya di pulau pengantin merekapun bersenang-senang, seperti alaykah? Peringatan, perhatian ini adalah peringatan pada bagian ini berisi adegan kolor tapi sayangnya tidak ada kolor ijo yang terlibat. Usai bersenang-senang di pantai merekapun beranjak menuju air terjun, melihat-lihat air terjun kemudian melanjutkan perjalanan mengeksplorasi pulau. Ternyata mereka tidak sendiri sebab di pulau itu ada seorang pembunuh gila bergentayangan menebar terror hiy atut.

Ketika menonton saya jadi teringat film bergenre sama dari luar negri yang berjudul texas chainsaw massacre. Persamaan kedua film adalah ceritanya tentang pembunuhan oleh orang dengan kelainan jiwa dan keduanya sama-sama memakai topeng. Bedanya senjata yang digunakan TCM (texas chainsaw massacre) adalah gergaji mesin sementara ATP (air terjun pengantin) menggunakan parang dan tombak. Selain senjata hal yang berbeda adalah ukuran tubuh pembunuh atau penjahat, dalam TCM penjahat bertubuh besar dan kuat sementara penjahat ATP bertubuh kerempeng (mana keren) tapi kuat he he he Indonesia gitu loh.

Akhir cerita hampir semua rombongan tadi mati kecuali Tamara dan seorang temannya (cewe juga). Aneh juga memang ketika para pria di film tersebut tidak bisa mengalahkan penjahat itu justru Tamara yang bisa mengalahkan sang penjahat. Ya ngak aneh juga sih sebab sekarang zamannya emansipasi perempuan dan saya hanya penonton. Sekedar info penjahat tadi melakukan tindakan pembunuhan brutal semata-mata untuk mendapatkan ilmu kebal, lha terus hubungannya dengan air terjun apa? Ape aje bole he he he, yup saya rasa cukup demikian nantikan resensi-resensi berikutnya hanya di Lord Ubay’s blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s