Dexter Return

Ada yang tahu Dexter? Jika belum silahkan baca artikelnya. Setahun sudah sejak saya menulis resensi serial berjudul Dexter dan kini saya kembali membahas tentang Dexter. Sebelumnya saya menonton Dexter melalui layanan tv berbayar Indovision dan sejak saya pindah ke Jakarta saya berhenti berlangganan Indovision yang berarti saya tidak lagi menonton serial tersebut. Meskipun demikian banyak jalan menuju Roma dan untuk menonton Dexter tak harus lewat Indovision. Saya bisa membeli dvd-nya di Glodok yang terkenal itu.

Biasanya sebulan sekali saya ke Glodok sekedar untuk jalan-jalan atau memang untuk membeli dvd dan atau mp3. Agak konyol mungkin ketika saya membeli tapi kemudian hanya ditaruh dan ditumpuk sebagai koleksi. Entah sudah berapa lama dvd serial Dexter tergeletak begitu saja hingga tiba-tiba keinginan untuk menonton film muncul. Keinginan menonton muncul setelah saya menonton film Toy Story di Global Tv dan teringat banyak sekali koleksi film yang menunmpuk dan belum saya tonton, sayang dan mubazir jika hanya menumpuk tak berguna lagi pula saya sudah bosan menonton siaran televisi lokal yang isinya sinetron / serial tak bermutu.

Oke kita kembali ke serial Dexter. Ada yang berbeda dengan Dexter dibanding dengan season sebelumnya. Kali ini Dexter telah menikah, dan mempunyai bayi hal ini tentu saja menimbulkan perubahan yang cukup drastis dalam kehidupan Dexter sang pembunuh berantai. Dexter yang selama ini hidup dalam dua dunia berbeda antara pembunuh berantai dan seorang analis darah harus bertambah karena ia kini memiliki peran tambahan yang cukup menyita waktu dan tenaga sebagai seorang suami dan ayah.

Karena peran barunya itu Dexter tak lagi leluasa melakukan tugasnya sebagai pembunuh berantai. Ia harus bisa membagi waktu dan perannya di kehidupan normalnya sebagai analis darah di kepolisian dan sebagai kepala rumah tangga. Karena peran gandanya itu ia mengalami gangguan antara lain berupa penyakit hilang ingatan jangka pendek / pikun dan kurang istirahat. Ia tak memiliki banyak waktu sementara para penjahat yang berkeliaran semakin banyak. Adalah tugas Dexter untuk menghukum para penjahat yang tak tersentuh hukum tersebut. Sebuah kalimat Dexter yang begitu mengena untuk saya adalah “every action has concequence and this is your”. Maksudnya adalah setiap orang akan menanggung akibat perbuatan jahatnya, dan meskipun mampu lolos dari hukum mereka tak akan lolos dari hukuman Dexter.

Entah saat ini apakah Dexter sudah memasuki season baru atau belum tapi saya akan mencari tahu di Glodok sekalian mencari tahu apakah seri terbaru dari serial Supernatural sudah beredar. Jika ada film yang menarik tentu akan saya beli juga jadi nantikan resensi saya yang lainnya hanya di Lord Ubay’s Blog.

3 responses to “Dexter Return

  1. penggemar serial juga kah?:mrgreen:

  2. kagak om…penggemar film bagus aja:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s