Kangen Bengkulu

Hampir setahun saya bertugas di kampung halaman sendiri (Jakarta), entah waktu yang begitu cepat berlalu atau saya yang begitu menikmati berada di sini. Katanya jika sudah di kampung halaman tidak ada pikiran ke tempat lain tapi kemarin tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja saya teringat dan merindukan suasana di Bengkulu. Bengkulu bukan Jakarta dan entah butuh waktu berapa lama agar Bengkulu bisa seperti Jakarta.

Suasana pantai panjang di pagi hari, masih sepi mungkin kami yang kepagian.

Meskipun berstatus ibu kota propinsi tapi Bengkulu adalah sebuah kota kecil. Jangankan dibandikan dengan ibu kota propinsi lain, dibandingkan dengan kota kabupaten wilayah Indonesia bagian barat saja mungkin Bengkulu masih kalah. Padahal dari segi sumber daya alam Bengkulu punya banyak potensi, salah satunya adalah pantai dan pantai Panjang Bengkulu pula yang membuat saya kangen.

Saat acara perpisahan pegawai.

Dulu setiap pagi di hari libur saya sering ke pantai panjang bersama teman sekaligus tetangga. Yang paling sering menemani saya ke pantai panjang adalah Roman anak pak Nahot yang juga pegawai BC Bengkulu. Biasanya kami berjalan kaki menuju pantai panjang, jarak pantai panjang dari rumah dinas kami sekitar 1Km, tidak dekat tapi juga tak terlalu jauh. Alasan kami jalan kaki selain lebih sehat juga tidak mau repot dengan ulah Mandragade.

Hal-hal yang biasa kami lakukan di pantai panjang selain jalan-jalan adalah berenang / mandi air laut dan bermain bola. Saya sendiri sangat suka berenang dipantai sayangnya ada larangan untuk berenang di pantai sebab ada palung laut dan arus dalam laut samudra Indonesia / Hindia berbahaya. Tercatat sudah ada korban keganasan laut Bengkulu, jumlah pastinya saya tidak tahu tapi korban tersebut bukan karena ulah Nyi Roro Gundul ataupun mahkluk sejenisnya😀.

Entah kapan saya bisa merasakan suasana seperti itu lagi, bisa saja saya berkunjung ke Bengkulu atau pantai lain tapi apakah saya bisa menemukan suasana yang dulu pernah saya rasakan? Sepertinya tidak sebab kini kami sudah tidak di Bengkulu lagi, mungkin suatu saat saya akan berkunjung ke Bengkulu meski saya tahu saya tak akan mendapatkan kenangan itu lagi tapi siapa takut.

2 responses to “Kangen Bengkulu

  1. kpan kta ulangi ge bg,,,,,???

    maen bola,, mndi”,, godain cewek………….

    hahhahahahahhahah………………..

  2. abang mandi doang man, untung gak ada nyi roro gundul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s