Balapan yang Aneh

Saya memang bukan pembalap tapi seperti pengendara lain kadang saya suka juga ngebut. Ngebut yang beraturan tentu saja, tidak asal ngebut tancap gas tanpa perhitungan. Saat ngebut secara sadar atau tidak sering kali menjadi balapan dengan pengendara lain. Lho lho lho balapan koq di jalan umum, kan bahaya. Iya saya tahu bahaya lagi pula meskipun saya sebut balap bukan berarti balap beneran seperti yang di sirkuit. Biasanya balapan hanya beberapa meter saja sekedar ngetes kemampuan motor, bukan ngebut dari awal sampai akhir sebab jalan umum bukan sirkuit.

Minggir om ane mo lewat.

Sudah tidak terhitung berapa kali saya balapan dengan pengendara lain saat sedang berkendara. Berbagai macam motor dan pengendara sudah saya temui. Ada pengendara yang seperti titisan Rossi dengan gaya yang perlu narasi panjang untuk menggambarkannya, ada juga pembalap seruntulan yang gak bisa lihat sikon pokoknya ngebut. Lain pengendara lain pula motornya, ada motor bebek yang seperti motor sport ada juga motor sport yang seperti odong-odong lambat bukan main.

Dari pengalaman itulah saya bisa menilai seorang pengendara, apakah ia seorang Rossi wanna be ataukah seorang pengendara odong-odong. Menghadapi Rossi wanna be biasanya saya mengalah dengan membiarkannya lewat sementara menghadapi seorang pengendara odong-odong saya memilih untuk meninggalkannya jauh-jauh sebab akan menjadi tekanan batin jika berada di belakang pengendara odong-odong. Dari sekian banyak balap yang saya lakukan ada juga balapa yang aneh, begini ceritanya.

Sudah menjadi peraturan internasional bahwa lampu merah berarti berhenti, maka saya dan pengendara lain pun menghentikan kendaraan saat lampu lalu lintas menyala merah. Sambil menunggu lampu lalu lintas yang masih merah saya memandangi lingkungan sekitar. Firasat mengatakan tak jauh dari saya ada pengendara odong-odong yang akan sangat mengganggu dan merepotkan. Dari pada batin tersiksa maka pengendara seperti ini harus dilewati secepatnya, kebetulan di lampu merah jadi saya bisa curi start.

Layaknya pembalap professional saya bersiap-siap tancap gas untuk menyambut lampu hijau yang tinggal beberapa detik lagi. Ketika lampu menyala hijau saya langsung melesat ke depan seperti Dani Pedrosa di moto GP😎 beberapa kali saya melihat spion untuk memantau apakah sudah cukup aman dari jangkauan pengendara odong-odong tadi. Setelah merasa cukup aman baru saya kurangi kecepatan, namun lagi-lagi perjalanan terhenti oleh lampu merah. Ya sudah nunggu, sambil nunggu ya lihat-lihat sekitar dan betapa terkejutnya saya saat melihat sekitar. Pengendara odong-odong yang tadi telah saya lewati secara ajaib ada di dekat saya malah posisinya lebih depan. Koq bisa ya, bagaimna caranya dia ada di situ? Apa ia memiliki ajian-ajian tertentu? Apakah ia seorang mentalis? Berbagai kemungkinan muncul tapi tak ada satupun yang menjawab rasa penasaranku. Ada yang tahu bagaimana secara tiba-tiba dia ada di situ?

Sekedar ilustrasi.

2 responses to “Balapan yang Aneh

  1. itu berarti motornya kenceng om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s