(Bukan) Berita Penting

Sudah seminggu lebih media Indonesia ramai memberitakan Norman, seorang Polisi yang melakukan lip sync lagu India. Tidak ada yang hebat dan penting sama sekali dengan hal ini tapi entah mengapa media negri ini begitu intens menyiarkan hal ini. Sebelum Norman ada Shinta Jojo yang juga menjadi pusat pemberitaan media dengan cara sama, ungkapan yang cocok untuk menggambarkan situasi ini adalah lagu lama penyanyi baru.

Setiap hari selama seminggu terakhir saat melihat TV, Koran dan media lain isinya ya Norman lagi Norman Lagi, lagi-lagi Norman dan kesemua berita yang ditampilakan sama sekali tidak penting. Pada hal ada banyak hal lain yang lebih penting namun tenggelam bahkan mungkin tak ada pemberitaannya dari pihak media. Ada apa ini? Mendadak semua media membahas Norman, lalu ke mana Susno Duadji, Gayus Tambunan dan yang lainnya yang sebelumnya menjadi pusat perhatian masyarakat? Jangan-jangan masyarakat sudah lupa dengan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di negri ini.

Selain wabah Norman negri ini juga tengah dilanda wabah ulat bulu. Kenapa disebut wabah? Memangnya Norman itu penyakit? Lagi pula ulat bulu hanya terjadi di beberapa daerah jadi belum bisa disebut wabah. Ya memang, tapi apa saya ngak boleh lebay menyebutnya sebagai wabah? Toh media juga lebay dalam memberitakan hal tersebut. Memangnya tidak ada hal lain yang lebih dahsyat dari pada Norman dan ulat bulu? Jangan-jangan ngak ada yang tahu saat ini ada WNI yang disandera perompak Somalia. Mana yang lebih penting antara lip sync dan keselamatan WNI yang disandera? Tapi koq lebih ramai berita lip sync?

Perkara ulat bulu memang bukan sesuatu yang ringan tapi ingatkah anda bahwa negri ini pernah dilanda wabah yang lebih buruk dari pada ulat bulu. Apa itu? Ada flu burung, flu babi dan lain-lain yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tapi lihat sekarang. Ke mana itu flu burng, flu babi dan lain-lain koq tiba-tiba hilang begitu saja? Easy come easy go, hangat-hangat tahi ayam atau apalah sebutannya.

Media sebagai salah satu aspek penting dalam proses pembangunan justru mulai hilang fungsinya sebagai pengawas sosial dan lebih menonjolkan sifat kapitalisnya. Sepenting apapun suatu peristiwa jika tidak memiliki nilai jual nanti dulu deh. Setidak penting apapun peristiwa jika mempunyai nilai jual tinggi ya harus diutamakan. Jika orang awam seperti saya saja bisa berfikir seperti ini lantas mengapa orang-orang yang katanya pintar koq ngak ngeh dengan kondisi ini? Atau memang sengaja dikondisikan seperti ini?

Saya memang tidak suka dengan Norman, Shinta Jojo dan lain-lain tapi insyaAllah tidak ada rasa iri atapun benci kepada mereka sebab nasip orang telah ditentukan oleh Allah. Saya sangat yakin tak lama lagi Norman akan tenggelam dan digantikan peristiwa lain. Pertanyaan saya adalah siapa atau apa yang akan menjadi topik utama negri ini selanjutnya. Jangan-jangan anda segera menyusul Shinta Jojo dan Norman menjadi pusat pemberitaan, siapa tahu.

You are next!

4 responses to “(Bukan) Berita Penting

  1. Belum nyadar hiduP di indonesia serba LEBAY !!!!

  2. norman lagi… norman lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s