Setua Itukah Diriku?

Suatu ketika saat mengendarai sepeda motor saya dikejutkan oleh seorang pengendara wanita yang melewati saya secara tiba-tiba. Perempuan tersebut melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi ditambah dengan gaya berkendara yang selip sana selip sini. Wah, gawat kataku dalam hati, setua itukah diriku hingga dengan mudah dilewati? Beberapa tahun yang lalu melewati saya bukan perkara mudah (lebay on) apa lagi oleh seorang wanita, tapi sekarang.


Setua itukah diriku? Apa saya sudah tua?

Di lain waktu saya melihat anak-anak kecil sedang bermain, entah apa yang mereka mainkan tapi mereka kelihatan sangat bahagia tertawa-tawa. Ingin juga aku merasakan kebahagiaan seperti anak-anak tersebut tapi koq susah ya. Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang lari sana lari sini. Sesekali aku ikut nimbrung mengomentari mereka tapi ku dengar celetukan “ngapain sih lo bay ikut-ikutan kaya anak kecil, udah tua tau”. Bagai petir eh maksudnya geledek (jeder) di siang bolong kalimat itu begitu menyentak dan sekali lagi aku berfikir setua itukah diriku?

Menurut anda apakah saya sudah tua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s