Bad Day / Hari Sial

Hari itu seperti hari biasa, yang membedakan adalah itu hari senin di akhir bulan alias tanggal tua. Memangnya ada apa dengan senin dan akhir bulan? Yah kebanyakan orang suasana hatinya kurang baik di hari senin dan pada akhir bulan suasana hati juga mengikuti suasana dompet yang tipis. Hal lain yang membedakan hari itu dengan hari lain adalah motor yang kukendarai bersenggolan dengan motor pengendara lain. Bukan suatu hal yang luar biasa memang namun sikap kami yang tidak biasa membuat hal sepele jadi runyam.

Sekedar ilustrasi, bukan perkelahian sebenarnya.

Pengendara tersebut tidak senang motornya tersenggol, saya sendiri menganggap senggolan atau tabrakan kecil seperti itu tidak terlalu masalah sepanjang tidak merusak motor sebab saya sendiri sering mengalami hal seperti itu (disenggol dan ditabrak). Namun lain orang lain pula sikapnya, pengendara tersebut ngomel-ngomel tidak karuan yang membuat saya ikut emosi (pada dasarnya saya memang emosian). Awalnya kami hanya bicara (maksudnya berdebat) namun yang tejadi kemudian adalah kami saling pukul.

Lucy tersenyum sementara Gaby memalingkan muka melihat peristiwa tersebut. Aku tahu yang kulakukan bukan sesuatu yang bisa dikatakan benar namun kurasa juga tidak salah. Apakah salah jika aku membela diri? Apakah salah jika aku membalas pukulan dengan pukulan? Bukankah memberi lebih baik daripada menerima, jadi lebih baik aku memberi pukulan daripada menerima pukulan ya kan? Orang-orang yang awalnya cuma lewat mulai memisahkan kami tapi hanya sebagian, sebagian lagi asik menonton aksi brutal kami secara langsung tanpa rekayasa.

Usai peristiwa tersebut aku hanya merenungi apa yang terjadi. Saat berkendara aku sering berfikir jika seperti ini (macet) terus lama-lama aku bisa gila dan sepertinya aku memang sudah gila hingga begitu mudah terpancing emosi. Hari senin, tanggal tua, berkelahi rasanya hari itu memang hari yang bisa dikatakan sial. Tanganku terasa agak nyeri, pasti karena perkelahian tadi, ah benar-benar sial kataku. Sesaat aku merasa sial namun tak lama kemudian aku tersenyum teringat tadi setidaknya dua kali pukulanku mendarat di wajahnya. Ho ho ho jika hari itu aku sial maka hari itu orang tadi lebih sial.

OST by you know lah

Cerita ini adalah fiktif, namun jika ada persamaan peristiwa rasanya bukan kebetulan. Pesan moralnya adalah jangan terlalu emosi menghadapi orang di jalan sebab jika tidak beruntung yang anda hadapi adalah seorang ahli bela diri.

One response to “Bad Day / Hari Sial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s