Manusia Setan

Aku bertanya pada orang-orang “menurut kalian aku ini orangnya bagaimana?”. Mereka menjawab aku itu orang yang baik, ramah, suka menolong dan hal-hal positif lainnya. Aku hanya menunduk dan tersenyum mendengar mereka mengatakan hal tersebut. Seandainya mereka tahu tentang diriku yang sebenarnya apakah mereka masih menilaiku seperti itu?

Aku memang baik seperti yang mereka katakan tapi itu semua adalah topeng untuk menutupi keburukanku. Aku memang manusia tapi diriku yang sebenarnya tak berbeda dengan setan, aku menyebutnya sebagai manusia setan. Aku tidak sendiri karena masih banyak manusia-manusia setan yang lebih hebat (gila) dari pada aku. Dan seperti halnya diriku, kebanyakan orang menilai mereka sebagai orang-orang yang baik. Sungguh suatu tragedi kemanusiaan yang luar biasa.

Ada bererapa temanku yang saat ini berada di luar negeri ataupun tahanan karena sedang terlibat kasus tapi saat ini kasusnya masih dalam proses sebab mereka belum menemukan kesepakatan mengenai bagaimana kasus tersebut akan berakhir dan kenyataannya masyarakat sudah agak lupa pada kasus-kasus tersebut. Ucapan terima kasih diucapkan kepada setan-setan kecil pengalih isu. Mudah sekali menarik perhatian masyarakat mulai dari lip sync, foto hot dll. Tampaknya masyarakat memang bodoh hingga begitu mudah untuk kami tipu.

Kadang aku merasa bersalah dan berfikir kenapa manusia-manusia setan seperti kami tetap ada, kenapa kami tidak mati saja? Sepertinya dunia akan lebih baik tanpa kami tapi sepertinya kami juga yang membuat dunia lebih berwarna. Tuhan sendiri mengatakan bahwa keberadaan kami adalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Orang beriman, apakah mereka benar-benar ada ataukah hanya mitos? Aku banyak mengenal orang-orang yang tadinya kukira beriman ternyata mereka sama saja dengan diriku (manusia setan) bahkan lebih hebat lagi dan mungkin tinggal beberapa tahap lagi mereka akan naik tingkat menjadi Iblis.

Salah satu temanku yang juga manusia setan saat ini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk pemilihan yang akan datang. Segala sesuatunya telah disiapkan bahkan ia sudah bergelar haji untuk memperkuat topengnya sebagai manusia baik. Sebagai sesama manusia setan hal itu membuatku geli, namun yang lebih lucu adalah ia meminta doa dariku agar bisa memenangkan pemilihan nanti. Seandainya tuhan mau mengabulkan doaku, aku hanya berharap tuhan memberikan taufik dan hidayah-Nya agar aku bisa masuk ke surga-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s