Sikap Bodoh yang Terlalu

Pagi ini perjalanku ke kantor agak terganggu. Penyebabnya adalah kendaraan yang menumpuk atau biasa disebut macet. Bukan suatu perkara aneh lagi memang macet di Jakarta namun kemacetan yang terjadi sebenarnya tak perlu terjadi. Ada banyak penyebab kemacetan antara lain karena banyaknya kendaraan sehingga jalan menjadi sesak, kendaraan yang berhenti sembarangan sehingga menghambat kendaraan lain, demonstrasi ataupun karena hal-hal lainnya.

Kemacetan yang saya alami kali ini bukan karena banyaknya kendaraan yang memenuhi jalan tapi disebabkan kecelakaan. Kecelekaannya sih biasa saja sebab saya tidak melihat darah ataupun pecahan bagian kendaraan namun yang luar biasa adalah reaksi orang-orang disekitarnya. Banyak pengendara yang sengaja melambatkan bahkan menghentikan kendaraannya untuk melihat kecelakaan tersebut. Begitu banyaknya pengendara yang melihat hingga satu badan jalan lebih tertutup oleh para pengendara yang sengaja melihat / menonton kecelakaan tersebut.

Apa-apaan ini? Bukannya menolong mereka malah menonton orang lain yang terkena musibah, sungguh terlalu. Saya yang merasa terganggu dengan sikap tolol para pengendara tersebut pun berteriak agar para pengendara lain tidak membuat macet jalan namun teriakan saya tidak berpengaruh. Ya sudahlah lebih baik saya langsung cari celah dan melanjutkan perjalanan.

Gila dan bodoh sekali sikap orang-orang itu, apakah mereka sudah kehabisan tontonan sehingga orang jatuh dari motor malah ditonton bukan ditolong. Orang Indonesia yang katanya ramah, tidak sombong dan suka menolong ternyata cuma omong kosong jika melihat peristiwa tersebut dan peristiwa seperti itu sering terjadi. Sebagai pengendara motor sayapun beberapa kali mengalami kecelakaan seperti itu dan reaksi pengendara lain ya seperti itu, menonton bukan menolong.

Kalian mungkin bertanya mengapa saya tidak berhenti dan menolong orang yang kecelakaan itu. Saya memang tidak menolongnya dengan alasan 1) sudah ada dua pengendara lain yang menolong, 2) kecelakaannya tidak parah seperti saya bilang di awal tidak ada darah dan pecahan bagian kendaraan, 3) saya tidak mau memperburuk keadaan yang macet gara-gara banyaknya kendaraan yang berhenti. Terlintas di pikiran untuk mengambil gambar sebagai bukti betapa buruknya sikap orang-orang yang membuat jalan macet karena menonton kecelakaan namun niat itu saya urungkan sebab jika saya lakukan maka apa bedanya saya dengan orang-orang yang saya sebut tolol itu.

Pesan saya kepada pengendara lain adalah berkendaralah dengan benar. Ada pepatah bilang biar lambat asal selamat namun pepatah tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang sebab lambat belum tentu selamat. Jika anda melihat kecelakaan lakukanlah pertolongan yang anda bisa namun jika tidak bisa atau sudah ada yang menolong ya sudah lanjutkan saja perjalanan. Jangan menonton karena akan menyakiti perasaan orang yang mengalami kecelakaan dan akan menyebabkan kemacetan yang tidak perlu. Demikian dari saya. Maaf ada kata-kata kasar yang saya gunakan dalam artikel ini.

Tidak ada foto karena memang tidak difoto. Harap maklum.

One response to “Sikap Bodoh yang Terlalu

  1. Jngan hanya menontn jk ada yg trkna msbh dlm kcelakaan krn it akan mebwt si korbn lbh skt…
    Q ska yg ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s