Monster dan Tuhan

Sejak kecil aku suka sekali dengan cerita-cerita monster, baik berupa cerita komik, film atau cerita rakyat aku cukup antusias menyimaknya. Namun demikian aku merasa bahwa monster itu tidak ada, itu hanyalah hayalan yang diciptakan manusia atas rasa takut yang berlebihan.

Dahaka, satu-satunya monster yang membuat PoP (Prince of Persia) ketakutan.

Aku begitu yakin monster itu tidak ada sampai suatu ketika aku bertemu dengan monster yang sebenarnya. Bentuknya tak seperti yang selama ini ku lihat di tv atau buku, sama sekali berbeda. Ia memiliki dua kaki, dua tangan seperti manusia dan mungkin ia memang manusia tapi apa yang ada di dalam dirinya benar-benar mengerikan.

Saat ku lihat ia sedang mengamuk dengan brutal, sebuah pembantaian besar-besaran terjadi di depan mataku. Tak seorangpun mampu menghentikannya, tidak juga diriku, aku hanya mampu melihat dan lari darinya. Yang ku tahu adalah berlari menyelamatkan diri dan bersembunyi, aku tak peduli bahwa aku adalah pemegang sabuk hitam karate dan aikido karena aku tidak mau mati konyol.

Dalam persembunyian aku berdoa “ya tuhan tunjukkanlah kekuasaanmu, selamatkanlah aku. Aku belum siap mati dan tidak mau mati dengan cara seperti itu. Aku tahu Engkau ada dan mendengar doaku jadi tolonglah tuhan kabulkanlah doaku sekali ini saja, aku mohon dengan sangat”. Entah berapa lama aku bersembunyi dan berdoa ketika tiba-tiba monster itu muncul dan menemukan tempat persembunyianku.

Aku hanya bisa sembunyi dan berharap ia tidak bisa menemukanku.

Aku hanya bisa pasrah dan berharap semua berjalan seperti yang ku mau tapi ternyata tidak. Yang terjadi selanjutnya adalah monster itu mendekatiku dan mulai mencabik-cabik tubuhku dengan brutal seperti yang ia lakukan pada yang lain. Aku tak ingat apa-apa lagi setelah itu, yang ku tahu tuhan tidak mengabulkan doaku sebab aku tak selamat dari amukan monster itu. Aku jadi bertanya-tanya apakah tuhan itu ada? Jika iya dimana tuhan saat monster itu mengamuk?

Hampir saja aku terjerumus dalam kesesatan untuk tidak mempercayai tuhan ketika tiba-tiba aku tersadar bahwa tuhan itu ada dan mengabulkan doaku. Sebelum monster itu mencabik-cabik tubuhku, aku sempat berkata “jika aku harus mati saat ini aku pasti mati tapi aku ingin tidak meraakan sedikitpun rasa sakit saat kematian itu datang”. Dan aku benar-benar tidak merasakan apa-apa ketika monster itu mencabik tubuhku seperti merobek kertas. Aku masih bisa tersenyum dan aku mati dalam keadaan tersenyum. Terima kasih tuhan ternyata engkau memang ada dan mengabulkan doaku.

Kenapa aku tidak berdoa diberikan kekuatan untuk bisa mengalahkan monster itu saja ya? Ah dasar manusia tidak pernah bersyukur, sudah mati saja masih banyak minta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s