Bulan puasa, kok aku gemukan ya?

Bulan Ramadhan atau yang lebih dikenal sebagai bulan puasa baru tiba namun dari pengalaman yang sudah-sudah tidak jarang muncul pertanyaan seperti judul di atas “Bulan puasa, kok aku gemukan ya?”. Kok bisa ya, bulan puasa yang harusnya kurus karena puasa eh malah gemuk. Kenapa ya? Saya sendiri meskipun tidak mengalami langsung tapi sering merasakan pada orang-orang sekitar. Ada saja beberapa orang yang selama Ramadhan tubuhnya malah lebih makmur dibanding sebelum Ramadhan😀.

Tidak sama persis mungkin tapi seperti inilah kira-kira kondisi meja makan selama Ramadhan.

Berdasarkan pengalaman saya yang sudah-sudah, seseorang bisa menjadi lebih gemuk selama Ramadhan dikarenakan kesalahan dalam pola hidup (bukan hanya makan). Faktor utamanya tentu saja makan, memang ketika berpuasa di siang hari tidak makan namun apa yang terjadi malam harinya? Sudah menjadi rahasia umum selama Ramadhan konsumsi malah naik bukannya turun, makanan- makanan yang tidak ada di hari biasa tiba-tiba ada di bulan Ramadhan.

Puasa tak lebih hanyalah sekedar perubahan jam makan saja, sarapan jadi sahur, makan siang jadi buka, makan malam ya makan malam (makan lagi setelah solat Tarawih). Makan yang tadinya sedikit ketika Ramadhan malah banyak, jadi ya wajar jika tubuh mengalami perluasan (jalan kali ya perluasan).

Itu baru makan, belum lagi aktivitas yang lain. Aktivitas lain yang saya maksud adalah tidur atau bermalas-malasan. Jika ditanya kenapa lemes maka jawabannya adalah kan lagi puasa. Jika ditanya kenapa tidur mulu jawabannya juga kan lagi puasa, kan tidurnya orang berpuasa itu berpahala. Tidak salah memang namun juga tidak bisa dibenarkan sebab tidak ada hadistnya lho Rasul mengatakan tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, kalaupun ada maka hadist tersebut lemah.

Tidur terus pantang mundur, hidup tidur.

Nah sekarang coba anda bayangkan seperti apa orang yang makannya banyak tapi kerjanya lebih banyak tidur dan bermalas-malasan? Bobot tubuh yang bertambah disertai pelebaran ukuran tubuh bukanlah sesuatu yang mustahil. Jika seperti itu maka ibadah puasa hanya sekedar kegiatan menahan lapar dan haus di siang hari. Apa yang disampaikan Rasullulah dalam hadisnya yang artinya “Berpuasalah kamu niscaya kamu sehat” tidak akan terjadi. Jadi yang salah siapa? Puasanya? Ya tidak, yang salah adalah orang yang menjalankan puasa secara sembarangan. Jika kita menjalankan ibadah puasa seperti yang dijalankan oleh Rasul dan para sahabat insyaAllah kita akan sehat, bukan hanya sehat kita juga masuk golongan orang yang bertakwa.

Memangnya seperti apa sih puasa yang dilakukan oleh Rasul dan para sahabat? Makanya belajar, saya juga masih belajar sih:mrgreen:. Meskipun masih belajar tidak salah dong saya mengingatkan rekan dan saudara-saudara yang lain, bukankah Allah menganjurkan agar kita senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan. Ayuk kita belajar sama-sama dan sama-sama belajar. Demikian semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s