Sabar ya?

Ramadhan itu bulan puasa, puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan emosi untuk bisa lebih sabar. Hm jadi harus sabar meskipun perut lapar, wah berat juga ya. Bagi saya sendiri menahan emosi adalah perkara yang lebih berat dibanding menahan lapar sebab saya memang agak malas makan makanya punya penyakit magh.

Puasa ngak puasa macet jalan terus, hidup macet.

Salah satu yang membuat emosi saya gampang naik adalah keadaan semrawut di jalan raya dan sayangnya Ramadhan tidak menghalangi jalan-jalan di Jakarta dari kesemrawutan. Hari ini adalah hari ke tiga di bulan Ramadhan dan kondisi jalan tidak jauh berbeda dibanding selain Ramadhan meskipun memang pada pagi hari jalan tidak seramai biasanya sebab adanya penyesuaian jam masuk kerja di beberapa tempat.

Sering saya berfikir mungkin cobaan ini memang sengaja untuk menjadikan saya lebih sabar dan sabar tapi seberapa kuatkah saya untuk bersabar, bukankah orang-orang bilang sabar itu ada batasnya? Yang juga membuat saya heran adalah kenapa ya orang-orang masih saja seperti itu, contoh yang saya temui antara lain :. Rombongan pejalan kaki menyebrang jalan secara serampangan, padahal sudah ada jembatan penyebrangan tapi kok ya lebih suka menantang maut menyebrangi jalan yang ramai. Ditambah lagi mereka menyebrang dengan santai berleha-leha, apa mereka tidak tahu perasaan kami yang sedang terburu-buru ingin cepat sampai tujuan? Bagaimana coba sikap mereka itu, sudah tidak tertib ngeselin pula, coba lebih cepat sedikit jalannya kan bisa.

Sumber gambar dari sini.

Lagi-lagi saya hanya berusaha sabar meskipun sebenarnya tidak sabar karena batin saya gerendengan, apa lagi ada saja pengendara lain yang suka ngajak balapan. Memang sih saya suka ngebut tapi ngak ngebut-ngebut banget kok rata-rata 80 kpj (masih lumrah untuk ukuran jalan raya) dan saya ngebut juga supaya cepat sampai tujuan bukan karena ingin gagah-gagahan. Tapi ya sudahlah, anggap saja cobaan, jika masih bisa sabar ya sabar tapi jika sudah tidak kuat ya usahakan tetap sabar toh sabar juga bukan berarti diam terima keadaan. Protes juga termasuk sabar asalkan caranya sesuai. Jadi intinya saya harus tetap sabar, hm sabar ya? Iya deh saya coba.

Iklan

2 responses to “Sabar ya?

  1. Sip…. Budayakan sabar maka akan tertib…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s