My Bad : Ngak Sabaran / Temperamen

Bulan Ramadhan sudah berlalu, belum lama baru beberapa minggu tapi suasananya terasa jauh menghilang. Salah satu yang terasa hilang dari diriku adalah sabar. Hampir setiap hari rasanya ada saja hal-hal yang membuatku kesal mulai dari hal kecil sampai yang agak besar. Hal ini tentu saja agak bertentangan dengan pribadi takwa yang merupakan tujuan atau sasaran berpuasa, apa lagi aku seorang petugas layanan publik yang seharusnya bisa bersikap lebih baik, sopan, ramah dan sebagainya saat menjalankan tugas sehari-hari.

Pernah suatu ketika aku merasa kesal karena ada mobil berjalan lambat sehingga menghalangi pengendara lain di belakangnya. Pengendara gendeng kataku, apa dia pikir jalanan ini milik nenek moyangnya hingga seenaknya saja berkendara. Ternyata mobil itu juga korban dari seorang pengendara motor yang benar-benar gendeng karena berjalan lambat namun ditengah dan tidak menyingkir memberi jalan untuk si mobil. Emosiku tak tertahan lagi, dengan kemampuan yang ku miliki layaknya seorang pembalap ku hampiri pengendara gendeng tersebut sambil membunyikan klakson. Alih-alih menyingkir dan memberi jalan ia malah menutupi jalanku “wah cari mati nih orang” kataku dalam hati.

Meski jalanku semakin kecil karena dihalangi oleh pengendara gendeng tadi, aku sama sekali tidak mengurangi kecepatan motorku. Jika harus senggolan maka siapa takut dan memang itu yang kuharapkan jadi aku punya alasan lebih untuk menghajarnya. Sebuah manuver berbahaya berhasil kulakukan melesat diantara pengendara gendeng di sebelah kiri dan sebuah mobil di sebelah kanan. Terlihat reaksi tidak senang dari pengendara gendeng tadi, sambil mengurangi kecepatan kulihat spion menanti reaksi selanjutnya dari si gendeng.

Aku berharap dia akan mengejarku, marah-marah dan sebagainya. Jika itu yang terjadi dan memang kuharapkan maka akan kusuruh ia menepi dan menyelesaikan masalah secara adat, biar tangan yang bicara. Sayangnya hal itu tidak terjadi dan aku sedikit kecewa karena orang-orang seperti mereka hanya besar gaya tapi tak cukup berani untuk berkelahi.

Lain di jalan lain lagi di kantor, ada saja pengguna jasa yang membuatku kesal karena ingin dokumennya diurus secepat mungkin sementara pekerjaanku bukan hanya mengurus dokumennya. Jika sudah seperti itu maka aku tak peduli usianya lebih tua maka akan kuhadapi dengan emosi tingkat tinggi. Sejujurnya aku merasa apa yang kulakukan tidak salah karena aku hanya berusaha tegas bukan galak atau marah-marah tapi jika dipikirkan lagi seharusnya aku tak perlu setegas itu. Ada kalanya ketika semua telah terjadi aku menyesal dan berkata, “kenapa sih aku ngak sabar mengahadapi mereka?”.

Apa yang terjadi terjadilah, aku tak mampu merubah dan memperbaiki yang sudah terjadi tapi aku masih bisa berbuat lebih baik untuk apa yang belum terjadi. Aku teringat kata-kata nasihat yang diberikan teman-temanku. Sabar, begitu katanya. Memang mudah bicara sabar tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, yah mudah-mudahan saya bisa lebih sabar. Hm sabar ya, oke siapa takut!

One response to “My Bad : Ngak Sabaran / Temperamen

  1. Apakah Anda membutuhkan pinjaman? Hubungi Samudra Keuangan Dan Mortgages Terbatas ® Email: oceanloanfirm@live.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s