Geng Motor & Klub Motor

Geng motor di ibu kota menjadi sorotan menyusul aksi sekelompok geng motor berambut cepak atau yang kini disebut GMRC (geng motor rambut cepak) beberapa waktu lalu. Diberitakan oleh media bahwa GMRC melakukan konvoi besar-besaran saat tengah malam dan melakukan aksi brutal yang menyebabkan jatuhnya korban.

Alay saja sudah merupakan masalah, apalagi jika alay memjandi geng motor.😡

Hal ini menimbulkan sebuah masalah baru mengingat di Indonesia khususnya Jakarta sudah banyak masalah. Buntutnya adalah klub motor pun kena getahnya. Seorang teman pernah mengatakan di akun Facebook-nya bahwa dirinya dan beberapa temannya kena razia oleh Polisi dan oleh Polisi disuruh melepas atribut klub motornya mulai dari stiker, engine guard dan lain-lain.

Hal ini menimbulkan tanda tanya pada saya, “kenapa begitu?” sebab geng motor dan klub motor adalah dua hal yang berbeda meskipun serupa. Beberapa hal yang membedakan antara geng motor dan klub motor antara lain :

Klub Motor :

Salah satu contoh klub motor, secara fisik juga kelihatan sebab mereka memiliki atribut yang seragam.

Sebuah klub motor terbentuk biasanya karena adanya kesamaan dalam hal motor yang mereka gunakan seperti Honda Tiger, Bajaj Pulsar, Byson dan sebagainya. Selain persamaan kendaraan yang digunakan, sebuah klub motor bisa dikenali dari atribut yang mereka gunakan, sebuah klub motor biasanya memiliki logo yang kemudian ditunjukkan dalam bentuk striker, jaket ataupun aksesoris kendaraan. Selain faktor fisik tadi, sebuah klub motor memiliki struktur organisasi yang rapi. Dan yang paling utama adalah sebuah klub motor kadang melakukan kegiatan sosial yang positif seperti membantu masyarakat korban bencana dan sebagainya, jadi tidak melulu konvoi dengan motor.

Geng Motor :

Contoh geng motor dari luar negri, sama saja dengan di sini intinya adalah pembuat resah.

Lain klub motor lain pula geng motor, jika klub motor terbentuk karena kesamaan motor yang digunakan maka geng motor terbentuk karena kesamaan lain seperti kesamaan etnis, tempat nongkrong, hobi ngetrek dan hal-hal semacam itu. Dalam hal struktur organisasi, sebuah geng motor bisa dibilang tidak rapi meskipun memiliki ketua dan sebagainya tapi pemilihan biasanya didasarkan senioritas, bernyali besar dan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan keorganisasian. Dan hal yang paling menonjol adalah apa yang dilakukan sebuah geng motor merupakan sesuatu yang meresahkan masyarakat sekitar, ya nongngkrong, balapan, tawuran dan hal-hal negatif lainnya.

Lantas apakah bijak menyamakan sebuah klub motor dengan geng motor? Sebagai orang awam saya katakan TIDAK. Namun saya juga tidak mengesampingkan fakta ada beberapa klub motor yang bersikap arogan di jalan dengan mengabaikan hak-hak pengguna jalan lain. Yah semoga ke depannya tidak ada lagi yang seperti ini sebab yang rugi kita-kita juga dan pengendara motor yang baik pun akan terkena kesan negatif. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga.

2 responses to “Geng Motor & Klub Motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s