Iedul Adha 1434 H

iedul adha

Iedul Adha 1434 Hijriyah baru saja berlalu dan alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk berkurban. Awalnya saya berfikir tahun ini tidak berkurban karena alasan klise dan klasik “tidak mampu”, namun Allah menunjukkan salah satu kuasanya bahwa rejeki bisa datang dari mana saja termasuk turunnya premi dengan nominal yang lebih dari cukup.

Pada Iedul Adha kali ini ada beberapa hal yang baru saya ketahui, ternyata pengurban di kantor saya KPU Bea Cukai Tanjung Priok tidak hanya berasal dari pegawai muslim tapi juga pegawai non muslim (nasrani). Dan ternyata jumlahnya bukan satu atau dua orang saja. Bahkan dari keterangan yang saya dapat, setiap Iedul Adha beliau rutin berkurban.

Di salah satu trit kaskus pun saya temui sebuah artikel dari seorang yang mengaku non muslim menyatakan bahwa Idul Adha merupakan wujud keadilan tuhan, bisa cek di sini.

Selain itu ada kisah inspiratif tentang orang-orang yang sebenarnya hidup dalam keterbatasan tapi tetap mampu berkurban. Sungguh itu semua menjadi bahan renungan saya. Bila yang non muslim saja berkurban, mengapa saya yang muslim tidak? Mereka yang hidupnya jauh dari berkecukupan saja mampu berkurban mengapa saya yang muslim masih pikir-pikir, sementara saldo di bank masih lebih dari cukup untu biaya hidup beberapa bulan ke depan? Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan perlindungannya kepada kita, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s