Terserah Anda #3

Cerita 7

Ayah aku mau ikut ke kota, pintaku pada ayah yang dijawab dengan gelengan kepala. Kenapa yah? Aku kan sudah besar, aku sudah dua belas tahun, aku bisa bantuin ayah di kota. Tidak, jawab ayah, kamu masih kecil kamu belum cukup kuat untuk membantu ayah. Sekeras apapun usahaku jawaban yang kuterima tetap saja tidak, tidak dan tidak. Menjengkelkan sekali, orang tua kolot, entah mengapa sikap ayah berubah sejak kematian ibu lima tahun yang lalu.

Baiklah kalu begitu aku akan tetap pergi ke kota.Malam-malam aku menyelinap keluar rumah dan pergi ke kota. Luar biasa, suasana kota benar-benar mebuatku terpana. Aku masih berdiri memandangi kota dengan segala keindahannya ketika tiba-tiba kudengan suara teriakan. Aku tak tahu apa yang terjadi ketika orang-orang berkumpul dan menghajarku habis-habisan. Tidak, hentikan, aku tidak bersalah, aku hanya melihat-lihat, tolong hentikan. Suaraku hilang dalam kerumunan orang yang begitu buas menghajarku. Aku benar-benar tidak berdaya menghadapi mereka, dalam keadaan setengah sadar ku dengar mereka berkata “bakar, bunuh saja, jangan dikasih ampun”. Oh tuhan tolong aku, dalam keadaan tak berdaya kudengar suara auman yang menggelegar. Suara itu begitu menakutkan. Orang-orang yang memukuliku lari pontang-panting.

Tak lama ayahku datang menyelamatkanku, membawaku pergi dari kerumunan orang. Ayah maafkan aku karena aku tidak menuruti perkataan ayah. Sudahlah nak, sekarang kamu tahu bagaimana sikap mereka. Manusia bukan mahkluk yang ramah pada kita, karena itu mereka membunuh ibumu.

Cerita 8

Sudah hampir tiga minggu Jakarta dilanda banjir, Alhamdulillah rumahku tidak kebanjiran tapi aku suka sekali main air banjir. Ibuku melarang aku main banjir karena katanya bahaya banyak penyakit. Sementara nenekku melarang dengan alasan yang aneh, katanya di kali ciliwung itu banyak penghuninya, salah satunya “lembu”. Namanya memang aneh, bentuknya pun aneh. Nenek bilang lembu itu berbentuk seperti anak sapi tapi kakinya seperti bebek dan kepalanya seperti buaya, aneh bukan? Tapi bukan itu saja keanehan lembu, ia bisa berubah bentuk menjadi benda-benda yang menarik perhatian untuk menjebak manusia. Manusia yang tertangkap akan dibawa kemudian ditemukan mati dengan lubang kecil dikepala.

Aku sendiri tidak percaya dengan cerita itu, memangnya aku anak kecil, lagian sudah setiap tahun aku main banjir dan tidak pernah ketemu yang namanya lembu. Maklumlah nenek-nenek, pola pikirnya masih kampungan. Siang pulang sekolah aku langsung ke lokasi banjir, tidak sendiri tapi bareng teman-teman. Salah satu temanku si Juki yang main agak jauh dari kami teriak minta tolong. Ternyata ada ikan besar, mungkin punya orang yang ikut terbawa banjir. Di saat banjir hal seperti ini memang sudah biasa, malah ada sebagian warga yang sengaja mencari barang-barang bawaan banjir.

Rupanya dari tadi Juki bermaksud menangkap ikan itu tapi karena susah makanya dia minta tolong. Aku dan beberapa temanku yang tadinya cuma main langsung bergegas ke arah Juki. Namun sial ikan itu terlalu gesit, kami benar-benar tidak sadar sudah pergi jauh karena mengejar ikan tersebut. Hal terakhir yang kuingat adalah kami terbawa arus banjir yang tiba-tiba datang, dan samar-samar aku melihat binatang aneh.

Cerita 9

Gara-gara nonton film 5 cm salah satu temanku mendadak ngajak naik gunung, padahal kami sama sekali tidak pernah naik gunung. Tapi karena kelihatannya seru ya kenapa tidak, akhirnya kami empat sekawan berangkat. Kami benar-benar tidak tahu apa saja yang diperlukan untuk naik gunung, kami juga tidak tahu ternyata ada pantangan-pantangan tertentu saat naik gunung. Rudi salah satu temanku malah tertawa karena ada larangan menerima makanan atau minuman dari orang asing saat di gunung. Sementara banyak yang berjualan makanan, ku pikir larangan tersebut semata-mata supaya dagangan penduduk laku, ah ada-ada saja.

Siang kami mulai berangkat naik tapi perjalanan yang kami alami sudah terasa berat sementara hari sudah agak mulai gelap jadi terpaksa kami istirahat gelar tenda. Malam terasa lebih dingin ditambah hujan benar-benar menyiksa sementara makanan yang kami bawa lebih banyak mie instant dari pada makanan siap santap, wal hasil kami kelaparan. Untung saja masih ada rokok jadi lumayanlah buat ngangetin badan. Hujannya awet cuy, mau masak air untuk bikin mie atau minuman ngak mungkin, kecuali mau nekat masak di dalam tenda.

Rudi yang kebelet buang air terpaksa keluar tenda meskipun hujan cukup deras. Tak lama ia kembali membawa beberapa potong singkong rebus. Singkong dari mana Rud? Tanyaku penasaran, sambil mengunyah singkong rebus yang masih hangat ia menjawab dapat dari orang yang kemah di situ sambil jarinya menunjuk ke arah timur. Dua temanku Jon dan li asik ikut makan singkong yang dibawa Rudi sementara Roni sudah tertidur. Aku sendiri meskipun lapar tidak mau makan, agak takut juga teringat larangan. Karena dingin dan lapar aku pun tertidur. Hujan sudah reda saat aku terbangun sekitar jam lima subuh. Roni masih saja tertidur sementara Rudi, Jon dan Li tidak terlihat.

One response to “Terserah Anda #3

  1. saya mau membeli senjata mainan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s