Hukum Membawa Anak Kecil Ke Masjid

Setiap muslim tentu menginginkan punya anak yang sholeh, dan salah satu caranya adalah dengan mengenalkan Masjid sejak dini. Hal yang sebenarnya bagus tapi kadang bahkan mungkin sering dalam prakteknya justru kontra produktif. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, tidak jarang kehadiran anak-anak di Masjid justru menjadi fitnah karena gangguan yang mereka ciptakan.

Lantas seperti apa sebenarnya aturan membawa anak kecil ke Masjid? Berikut saya petik dari status dan komen facebook seorang ustad.

“Anak Kecil Kok Dibawa ke Masjid?

Sejak dulu saya penasaran kenapa shalat berjamaah di masjid itu hanya dianjurkan buat laki-laki saja. Sementara buat wanita nyaris tidak kita temukan nash yang memerintahkannya.

Kalau pun ada dalilnya ya sekedar jangan menghalangi para wanita kalau mau ke masjid. Malah kebanyakan hadits menyebutkan bahwa sebaik-baik shalat buat wanita justru di rumahnya.

Tapi rasa penasaran saya kemudian terjawab sudah, khususnya kalau lagi tarawih di malam Ramadhan seperti ini. Karena ibu ibu pada ikutan memenuhi masjid bertarawih, otomatis anak-anaknya juga ikutan.

Kalau cuma satu dua anak masih mending, lha ini tiap ibu bawa dua tiga anaknya ke masjid. Mesjid secuil begini isinya anak-anak jadi mayoritas. Kalau pada anteng sih nggak apa-apa. Lha ini masjid kok kapal pecah. Anak-anak kecil yang masih halus berlarian kesana kemari. Dianggapnya masjid stadion olahraga apa?

Ada yang main petak umpet, main kejar-kejaran, teriak-teriak bak rocker top lagi mentas, malah ada adu silat sampai main sabet-sabetan pakai sarung. Bahkan ada yang menerbangkan kapal-kapalan kertas lalu dikejar kejar.

Anehnya, para orang tuanya yang rata-rata aktifis dakwah malah membiarkan saja kericuhan ini dari awal sampai akhir. Mereka santai saja sambil bilang bahwa ini merupakan bagian dari tarbiyatul awlad. Sejak kecil anak anak dibiasakan bermain-main sesuka hati di masjid.

Kalau ikut Nabi SAW maka bunyi haditsnya : Perintahkan anakmu shalat di usia 7 tahun. Saat itu anak sudah mumayyiz, dan bisa diatur serta bisa dihukum juga. Tapi kalau balita, belum ada perintah dari Nabi.

Adapun tatkala Hasan atau Husein pernah diajak Nabi SAW berjamaah di masjid, kejadiannya hanya sekali dan kasuistik. Itupun sang cucu bikin stori pakai acara nangkring main kuda-kudaan di pundak sang kakek. Karuan saja bikin heboh jamaah sampai ada yang mengira Jibril menurunkan wahyu. Kisah itu tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk membawa serombongan balita ramai ramai ke masjid.

Disitulah terkuak rahasia kenapa Allah tidak terlalu mengharuskan para wanita berjamaah ke masjid. Ternyata ketika bapak bapak ke masjid, para wanita menjaga para balita di rumah. Ternyata sudah ada taujih rabbani dalam hal pembagian tugas. Masjid bukan arena bermain anak, juga bukan PAUD.

Tarbiyah anak balita tetap wajib, tapi jangan di masjid dulu. Cukup di rumah saja. Ibarat mengajar anak berenang, jangan langsung di kolam yang dalam, apalagi main lempar ke tengah laut samudera, bisa tenggelam. Mulai dari main air dulu di bak mandi saja. Toh lebih aman dan anaknya pun siap. Tidak perlu sok ingin dibilang peduli pendidikan islami sejak dini, tapi malah merusak kekhusyuan shalat jamaah. Harusnya khusyu’ gara-gara ada anak nangis, akhirnya Rasulullah terpaksa mempercepat shalat. Nah kan jadi berantakan….

Balita boleh dibawa ke masjid tapi bukan jam shalat berjamaah. Sebaiknya jam jam belajar TPA misalnya. Tempatnya pun sebaiknya bukan ruang utama shalat, silahkan di serambi atau ruang khusus. Yang lebih penting lagi harus ada guru dan pembimbingnya. Mereka dengan terprogram menanamkan rasa cinta masjid serta belajar bgmn cara mengagungkan masjid. Semua adab masuk masjid diajarkan, diantaranya harus tenang tidak berisik, tidak loncat-loncat atau berlarian. Jangan niatnya tarbiyah bawa balita ke masjid, tapi ujung-ujungnya mereka jadi ‘syetan’ yang merusak khusyu’nya shalat. Habis tidak ada yang membimbing, dibawa dari rumah bukan buat diajari adab sopan santun tapi malah dibiarkan membuat gaduh masjid.”

Berdasarkan pemaparan tersebut bisa disimpulkan, boleh bawa anak kecil ke Masjid tapi ada aturannya. Jangan sampai niat baik justru hasilnya negatif. Demikian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s