Tindihan, Penyebab dan Tips Mengatasinya

Tindihan, bagi sebagian orang mungkin bukan suatu yang asing namun bagi sebagian lain boleh jadi tindihan tak ubahnya setan yang sering dibicarakan tapi belum sekalipun terjadi padanya. Saya sendiri setidaknya mengalami tindihan sebanyak dua kali. Sebelum membahas lebih lanjut, saya jelaskan dulu definisi tindihan. Tindihan adalah fenomena yang anda rasakan saat tidur di mana anda merasa terjaga padahal anda sebenarnya tertidur. Saat itu anda merasa sangat kaku tidak bisa bergerak. Sebagian besar mendeskripsikannya seperti orang yang dihimpit benda berat, saya sendiri merasa seperti orang yang terkurung dalam peti sempit hingga susah bergerak.Adapun penyebab tindihan berdasarkan pengalaman pribadi saya ada dua, yaitu :

  1. Tempat, anda tentu bisa merasakan ada tempat-tempat tertentu yang memiliki aura negatif. Jika anda merasakan hal negatif pada suatu tempat maka sebaiknya jauhi dan jangan tidur di situ. Tapi bila anda iseng dan ingin mencoba ya silahkan saja.
  2. Kondisi fisik, alasan saya terpaksa tidur di tempat bernuansa negatif adalah karena kondisi fisik yang lelah sementara tidak ada tempat lain untuk istirahat. Pernah juga saya mengalami tindihan di tempat yang orang bilang beberapa kali muncul penampakan namun aura negatifnya tidak terlalu kuat. Alasan atau faktor penyebabnya saya yakin karena kondisi fisik yang lelah sebab sebelumnya saya tidak mengalami tindihan di situ.

Secara umum, fenomena yang dirasakan saat tindihan sama yaitu tubuh kaku dan terasa berat. Sementara detil yang dirasakan setiap orang berbeda-beda. Fenomena tindihan yang saya alami yaitu seolah-olah saya dalam kondisi setengah sadar, tidur-tiduran atau tidur ayam. Meskipun dalam keadaan mata terpejam tapi terasa orang-orang berkumpul disekitar sambil membicarakan banyak hal. Rasanya seperti nasi tumpeng yang dikelilingi orang yang ingin menyantapnya.

Oke, setelah membahas definisi, dan beberapa penyebab tindihan, kini saya akan berikan tips untuk mengatasi tindihan. Kebanyakan orang yang mengalami tindihan akan merasa panik meskipun sebelumnya ia pernah mengalami tindihan. Reaksi normal yang dilakukan adalah berontak tapi percayalah itu takkan berhasil karena saat berontak saya justru merasa semakin lemah.

Langkah berikutnya yang biasa dilakukan adalah berdoa atau membaca ayat-ayat suci. Ketika melakukan hal tersebut saya justru melantur dari yang awalnya ayat kursi malah berlanjut ke ayat surat lain. Hal ini semata-mata karena panik dan jarang membaca secara rutin. Dengan demikian maka yang perlu anda lakukan adalah bersikap tenang dan mengatur nafas.

Yup, saat berontak dan membaca ayat-ayat quran tidak berhasil yang saya lakukan adalah mengatur pernafasan (tarik nafas yang dalam, tahan kemudian keluarkan perlahan) seperti saat berlatih bela diri. Setelah tubuh anda menjadi lebih tenang meskipun masih dalam keadaan kaku, mulailah untuk menggerakkan bagian tubuh terkecil. Dalam hal ini saya mencoba menggerakkan jari kaki dan jari tangan. Setelah jari-jari bisa bergerak maka bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki akan mulai bisa bergerak. Saat itu mulailah berguling kesamping karena bangun seperti biasa masih terasa berat, alih-alih justru anda kembali merasa kaku.

Setelah anda berguling barulah bangkit dan segera pergi dari tempat tersebut meskipun tubuh dan kepala masih terasa berat. Hal lain yang perlu anda lakukan untuk mengantisipasi tindihan adalah pasang alarm. Meskipun saat tindihan anda merasa tejaga, sejatinya anda sedang tidur dan rangsangan dalam bentuk apapun termasuk alarm cukup berguna untuk membangunkan anda. Demikian tips dari saya semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s